Review Mobil – Farizon SV hadir sebagai van listrik terbaru yang siap meramaikan persaingan di segmen kendaraan komersial Indonesia. Mobil besutan Farizon Auto, anak perusahaan Geely Group, ini dipasarkan di Indonesia oleh ARISTA Group melalui PT Arista Auto Elektrindo.
Kehadiran Farizon SV menawarkan alternatif baru bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan angkutan penumpang berkapasitas besar. Berbeda dengan Toyota HiAce yang mengandalkan mesin diesel, Farizon SV menggunakan motor listrik dan baterai sebagai sumber tenaga.
Perbedaan powertrain tersebut membuat kedua kendaraan memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari performa, efisiensi energi, hingga kebutuhan operasional. Lantas, bagaimana perbandingan spesifikasi Farizon SV dengan Toyota HiAce? Berikut ulasannya.
1. Dimensi dan Kapasitas Penumpang Farizon SV vs Toyota HiAce
Farizon SV dirancang untuk menunjang kebutuhan transportasi penumpang maupun operasional bisnis. Van listrik ini memiliki dimensi besar dengan panjang mencapai 5.995 mm, sehingga menawarkan ruang kabin yang lega.
Berikut spesifikasi dimensi Farizon SV berdasarkan data yang tersedia.
-
- Panjang: hingga 5.995 mm
- Lebar: 1.980 mm
- Tinggi: 2.500 mm
- Wheelbase: 3.850 mm
- Ground clearance: 150 mm
- Kapasitas penumpang: hingga 16 orang
Dengan dimensi tersebut, Farizon SV berpotensi menjadi pilihan untuk layanan travel, shuttle pariwisata, dan angkutan karyawan. Ruang kabinnya dirancang untuk menunjang mobilitas penumpang dalam jumlah besar.
Salah satu keunggulan Farizon SV terletak pada desain bodi tanpa pilar B. Desain ini memberikan bukaan akses yang lebih lebar sehingga memudahkan penumpang masuk dan keluar dari kabin, termasuk saat menuju baris belakang.
Ketinggian kendaraan yang mencapai 2.500 mm juga memberikan ruang kepala yang lebih lega. Namun, kemampuan penumpang untuk berdiri tegak tetap bergantung pada tinggi lantai dan konfigurasi kabin.
Selain kabin penumpang, Farizon SV menawarkan ruang bagasi yang luas dengan akses melalui pintu belakang model barn door atau dua daun pintu. Konfigurasi ini memudahkan proses memasukkan dan mengeluarkan barang.
Meski demikian, banyaknya kursi di dalam kabin dapat membatasi fleksibilitas ruang bagasi. Karena itu, konfigurasi tempat duduk dan kapasitas barang perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
Sementara itu, Toyota HiAce tersedia dalam beberapa varian, termasuk HiAce Commuter dan HiAce Premio. Keduanya menyasar kebutuhan angkutan penumpang, tetapi memiliki spesifikasi dan konfigurasi yang berbeda. Oleh sebab itu, perbandingan kapasitas dan dimensi perlu mengacu pada varian HiAce yang digunakan.
2. Performa Farizon SV vs Toyota HiAce
Perbedaan utama Farizon SV dan Toyota HiAce terletak pada sumber tenaga yang digunakan. Farizon SV mengandalkan motor listrik, sedangkan Toyota HiAce menggunakan mesin diesel.
-
Performa Farizon SV
Farizon SV dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 170 kW atau sekitar 231 PS. Motor tersebut menghasilkan torsi puncak 336 Nm untuk mendukung kebutuhan mobilitas penumpang dan operasional komersial.
Sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas 82,8 kWh buatan Gotion. Dalam kondisi tertentu, Farizon SV diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 km dalam sekali pengisian daya. Jarak tempuh aktual dapat berbeda bergantung pada beban kendaraan, kondisi jalan, kecepatan, penggunaan AC, dan gaya berkendara.
Untuk mendukung operasional, Farizon SV juga dilengkapi sistem pengisian daya cepat melalui konektor CCS2. Dengan pengisian DC berdaya hingga 140 kW, baterai diklaim dapat terisi dari 20 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 36 menit, sesuai kondisi pengisian yang berlaku.
Kemampuan tersebut berpotensi membantu mengurangi waktu pengisian daya ketika kendaraan digunakan untuk layanan transportasi dengan jadwal perjalanan yang padat.
-
Performa Toyota HiAce Premio
Berbeda dengan Farizon SV, Toyota HiAce Premio menggunakan mesin diesel 1GD-FTV berkapasitas 2.755 cc dengan teknologi direct injection. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 176,8 PS pada 3.400 rpm dan torsi puncak 419 Nm pada rentang 1.400–2.600 rpm.
Mesin tersebut telah memenuhi standar emisi Euro 4. Dengan torsi yang lebih besar daripada Farizon SV berdasarkan angka spesifikasi yang disebutkan, HiAce Premio menawarkan karakter tenaga diesel yang relevan untuk kebutuhan angkutan penumpang dan perjalanan jarak jauh.
-
Performa Toyota HiAce Commuter
Toyota HiAce Commuter menggunakan mesin diesel 1KD-FTV berkapasitas 2.982 cc dengan teknologi direct injection. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 136 PS pada 3.400 rpm dan torsi puncak 300 Nm pada rentang 1.200–2.400 rpm.
Baik HiAce Premio maupun HiAce Commuter memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 70 liter berdasarkan spesifikasi yang digunakan dalam perbandingan ini.
Dari sisi sumber energi, Farizon SV menawarkan penggerak listrik tanpa kebutuhan bahan bakar diesel, sedangkan HiAce mengandalkan bahan bakar minyak. Perbedaan ini membuat biaya operasional keduanya perlu dihitung berdasarkan konsumsi energi, tarif listrik atau harga solar, jarak tempuh, serta kebutuhan perawatan masing-masing kendaraan.
3. Perbandingan Fitur Farizon SV dan Toyota HiAce

Selain performa, fitur keselamatan dan kenyamanan menjadi pertimbangan penting dalam memilih van untuk kebutuhan komersial.
Toyota HiAce Commuter dan HiAce Premio telah dilengkapi sejumlah fitur keselamatan, termasuk Anti-lock Braking System (ABS) dan Brake Assist. Fitur tersebut membantu pengemudi mempertahankan kendali saat melakukan pengereman dalam kondisi tertentu.
Keduanya juga dibekali dual SRS airbag di bagian depan, sabuk keselamatan tiga titik, serta port USB untuk mendukung pengisian daya perangkat elektronik penumpang. Ketersediaan fitur dapat berbeda sesuai varian dan tahun produksi.
Sementara itu, Farizon SV menawarkan sejumlah fitur modern yang mendukung kemudahan penggunaan dan kenyamanan kabin.
-
Fitur Hiburan dan Kenyamanan Farizon SV
Farizon SV dilengkapi layar sentuh berukuran 12 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Layar tersebut berfungsi sebagai pusat hiburan sekaligus akses ke sejumlah informasi kendaraan.
Untuk memudahkan pengoperasian, tersedia Electronic Parking Brake (EPB) dengan fitur Auto Hold. Sistem ini membantu pengemudi mengaktifkan rem parkir secara praktis dan mempertahankan posisi kendaraan ketika berhenti dalam kondisi tertentu.
Farizon SV juga menawarkan kursi depan dengan fitur ventilasi serta pemanas dan pendingin berdasarkan spesifikasi yang disebutkan. Selain itu, pengaturan AC dual-zone memungkinkan pengaturan suhu pada zona kabin yang berbeda sesuai konfigurasi kendaraan.
-
Fitur Keselamatan dan ADAS Farizon SV
Dari sisi keselamatan, Farizon SV dibekali sistem pengereman ABS serta fitur EBD atau CBC berdasarkan spesifikasi yang tersedia. Kendaraan ini juga dilengkapi Tire Pressure Monitoring System (TPMS) untuk memantau tekanan ban dan sistem penguncian pintu otomatis.
Salah satu fitur unggulannya adalah paket Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang diklaim mencakup hingga 30 fungsi bantuan pengemudi.
Beberapa fitur yang disebutkan meliputi:
-
- Adaptive Cruise Control (ACC): membantu menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan sesuai kondisi sistem.
- Lane Centering Control (LCC): membantu menjaga posisi kendaraan di tengah jalur.
- Blind Spot Monitoring (BSM): membantu mendeteksi kendaraan yang berada di area titik buta.
- Around View Monitor 360 (AVM360): menampilkan pandangan sekitar kendaraan untuk membantu manuver.
- Rear Traffic Monitoring: membantu memantau lalu lintas yang mendekat dari arah belakang sesuai fungsi sistem.
Fitur-fitur tersebut dapat membantu pengemudi mengenali kondisi di sekitar kendaraan. Namun, ADAS tetap berfungsi sebagai sistem bantuan dan tidak menggantikan kewaspadaan maupun kendali pengemudi.
4. Struktur Bodi dan Ketahanan Farizon SV
Selain menawarkan teknologi elektrifikasi, Farizon SV diklaim memiliki struktur bodi yang dirancang untuk menunjang ketahanan kendaraan komersial.
Menurut klaim perusahaan, lebih dari 70 persen struktur bodinya menggunakan baja berkekuatan tinggi atau high-strength steel. Farizon juga menyebut kemampuan ketahanan tekan hingga 45.000 N, kapasitas penarikan atau towing hingga 2.000 kg, serta pengujian ketahanan sejauh 2,8 juta km.
Angka-angka tersebut merupakan klaim spesifikasi dari perusahaan yang perlu dipahami sesuai metode pengujian dan kondisi yang digunakan. Untuk kebutuhan operasional, konsumen tetap perlu memeriksa kapasitas muatan, batas penarikan resmi, serta ketentuan garansi kendaraan.
Konstruksi bodi, fitur keselamatan, dan kemampuan kendaraan menjadi aspek penting bagi operator travel, shuttle, maupun angkutan karyawan yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan rutin.
Kesimpulan
Perbandingan Farizon SV vs Toyota HiAce menunjukkan dua pendekatan berbeda di segmen van komersial. Farizon SV menawarkan penggerak listrik, baterai berkapasitas 82,8 kWh, klaim jarak tempuh hingga 400 km, pengisian daya cepat, serta berbagai fitur bantuan pengemudi modern.
Di sisi lain, Toyota HiAce Premio dan Commuter mengandalkan mesin diesel dengan karakteristik performa berbeda pada setiap varian. Penggunaan bahan bakar diesel juga menjadi pertimbangan bagi operator yang membutuhkan fleksibilitas pengisian energi selama perjalanan.
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan bisnis. Farizon SV dapat dipertimbangkan oleh operator yang memiliki akses pengisian daya dan ingin beralih ke kendaraan listrik. Sementara itu, Toyota HiAce dapat menjadi pilihan bagi operator yang mengutamakan kendaraan diesel dengan dukungan infrastruktur bahan bakar yang luas.
Sebelum menentukan pilihan, calon pembeli sebaiknya membandingkan harga kendaraan, kapasitas penumpang, biaya energi, kebutuhan perawatan, jangkauan perjalanan, serta layanan purnajual dari masing-masing merek.



