Review Mobil – Sebagian kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan lain seperti mobil disebabkan karena mesin kendaraan tersebut mati secara tiba-tiba saat melewati rel. Namun, kenapa kendaraan sering mati di rel kereta api? Momen seperti ini tentu sangat menegangkan karena berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kecelakaan serius.
Nah, ternyata ada beberapa penyebab kenapa mobil bisa mogok di rel kereta api, baik dari segi teknis atau faktor eksternal. Berikut uraian lengkapnya.
Efek Impedansi
Menurut Amalina Asrari dalam buku ‘Tahukah Kalian?’, salah satu penyebab utama dari masalah ini adalah efek impedansi atau hambatan listrik. Ketika roda kereta api bergerak di atas rel, terjadi gesekan yang menghasilkan hambatan listrik. Hambatan ini dapat mengganggu proses pengapian pada mesin kendaraan, terutama pada kendaraan berbahan bakar bensin.
Selanjutnya, penting untuk dicatat bahwa efek impedansi tidak hanya terjadi ketika kereta api sudah dekat. Menariknya, bahkan ketika kereta masih berjarak satu setengah kilometer, kendaraan yang terjebak di rel dapat terpengaruh. Jika mesin kendaraan mati, hambatan listrik ini dapat membuat starter tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, pengemudi kesulitan untuk menghidupkan kembali mesin mobilnya.
Medan Magnet
Salah satu alasan mobil bisa mogok di rel kereta api karena pancaran medan magnet kuat yang berasal dari arus listrik besar pada dinamo lokomotif. Arus ini menciptakan medan elektromagnetik di sekitar rel, terutama saat kereta melaju atau mendekat. Medan tersebut dapat memengaruhi sistem kelistrikan mobil yang sedang melintas.
Komponen seperti ECU (Electronic Control Unit) sangat sensitif terhadap gangguan elektromagnetik. ECU sendiri mengatur sistem penting seperti pembakaran dan pengapian mesin sehingga gangguan bisa menyebabkan mobil mati mendadak. Ini sering terjadi pada mobil modern yang sistem kelistrikannya sangat terkomputerisasi.
Faktor mekanis lain pada kendaraan
Tidak semua penyebab mobil mogok di rel berasal dari pengaruh luar. Masalah mekanis pada mobil juga bisa jadi salah satu penyebabnya, lho. Misalnya, pompa bahan bakar lemah atau filter tersumbat yang menghambat aliran bahan bakar ke mesin. Akibatnya, mesin bisa mati mendadak saat kamu sedang melintasi rel.
Selain itu, sistem pendingin yang rusak bisa menyebabkan mesin overheat, apalagi saat mobil berhenti lama di perlintasan. Tak hanya itu, kopling yang aus atau slip juga membuat mobil kehilangan tenaga saat menanjak di atas rel. Ditambah lagi, transmisi bermasalah bisa menyulitkan perpindahan gigi saat dibutuhkan sehingga membuat mobil rentan mogok.
Tips Melewati Rel Kereta Api dengan Aman
Melihat tingginya angka kecelakaan di rel kereta api, oleh karena itu, penting sekali untuk Sahabat Daihatsu mengetahui tips melewati rel kereta api dengan aman tanpa terburu-buru. Berikut adalah tips nya:
-
-
Mengurangi Kecepatan
-
Tidak perlu terburu-buru saat akan melewati perlintasan kereta, dan segera mengurangi kecepatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pastikan untuk melihat ke arah kanan dan kiri terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Terlepas dari alasan apapun, penting bagi kita untuk memberi prioritas kepada kereta api saat sinyal telah berbunyi dan palang pintu kereta api mulai ditutup. Pengendara harus berhenti di belakang palang pintu kereta pada saat tersebut.
Hal ini sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114, yang menyatakan “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan harus memberikan prioritas kepada kereta api.”
-
-
Turunkan Posisi Gigi untuk Mobil Manual
-
Bagi pengemudi mobil manual, disarankan untuk menggeser transmisi ke posisi gigi pertama saat melewati jalur kereta api.
Hal ini bertujuan untuk menghindari matinya mesin mobil ketika berada di atas rel kereta, karena mesin akan berputar dengan lebih stabil dalam posisi gigi pertama.
Sedangkan untuk mobil otomatis, Anda hanya perlu melepaskan pedal gas dan membiarkan mobil bergerak perlahan. Kecepatan mobil dapat dijaga dengan menginjak pedal rem jika diperlukan.
-
-
Hindari Panik
-
Jika kendaraan mengalami kerusakan di tengah perlintasan kereta api, tetaplah tenang. Periksa asal-usul masalahnya, dan kemudian minta bantuan dari petugas penjaga perlintasan kereta api untuk membantu mendorong kendaraan keluar dari rel tersebut.
-
-
Menjaga Jarak Aman
-
Menjaga jarak aman di rel kereta api adalah prinsip penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan serius.
Di perlintasan kereta api, selalu ikuti tanda-tanda dan sinyal yang ada. Berhenti di belakang garis perlintasan saat lampu merah berkedip atau palang pintu mulai menutup. Ini adalah jarak yang aman yang ditetapkan oleh aturan lalu lintas.



