Kenali Ciri-ciri dan Penyebab Rem Blong pada Mobil

Review Mobil – Sistem rem merupakan salah satu komponen terpenting dalam kendaraan yang berperan vital untuk keselamatan berkendara. Fungsi utama rem adalah untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan sehingga dapat menghindarkan pengemudi dari potensi kecelakaan.

Sayangnya, banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena rem blong kondisi di mana rem tidak berfungsi secara optimal atau bahkan gagal sama sekali saat dibutuhkan. Oleh karena itu, penting untuk waspada terhadap tanda-tanda rem blong dan memiliki pemahaman tentang cara mengatasi masalah ini. 

Agar selalu aman di jalan, sangat disarankan untuk melakukan perawatan rutin pada sistem rem kendaraan. Dengan merawat komponen ini dengan baik, Anda dapat mencegah rem blong dan memastikan perjalanan Anda tetap aman hingga tujuan.

Apa Itu Rem Blong?

Rem blong adalah ketika rem tidak berfungsi dengan baik, menyebabkan sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Ketika pengemudi menginjak pedal rem, laju mobil seharusnya berhenti. Namun, karena rem mobil blong, mobil terus berjalan dan tidak dapat berhenti. Akibatnya, kecelakaan di jalan terjadi.

Untuk menghindari berbagai risiko kecelakaan, pengendara harus memastikan mobilnya tidak dalam kondisi rem blong. Pemilik mobil harus tahu bagaimana mencegah rem blong.

Ciri-Ciri Rem Blong pada Mobil

Mendeteksi masalah pada sistem rem sejak dini sangat penting agar Anda bisa segera mengambil tindakan sebelum kondisi memburuk. Ini dia tanda-tanda yang menunjukkan rem pada mobil Anda mungkin mengalami masalah atau sudah dalam kondisi blong:

  1. Pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya: Ketika diinjak, pedal rem menekan lebih dalam ke dasar tanpa memberikan efek pengereman yang kuat.
  2. Rem tidak langsung bekerja saat diinjak: Respons rem terlambat dan mobil tetap melaju meskipun pedal sudah diinjak.
  3. Muncul suara mendecit atau getaran saat menginjak rem: Tanda kampas rem sudah aus atau ada masalah pada komponen rem lainnya.
  4. Mobil susah dikendalikan saat mengerem: Mobil cenderung meluncur atau tidak stabil saat pengemudi menekan rem.
  5. Indikator atau panel rem menyala di dashboard kendaraan: Lampu peringatan rem yang menyala menandakan ada masalah serius pada sistem rem.

Penyebab Rem Blong

Untuk menghindari rem blong, sangat penting memeriksa sistem rem secara teratur. Ini termasuk mengganti minyak rem, kampas rem, dan komponen lain yang rusak, serta melakukan pemeriksaan visual secara teratur. Berikut penyebab rem blong yang kerap ditemui:

Minyak Rem Bocor

Minyak rem bekerja dengan sistem hidrolik, pelumas atau minyak rem sangat penting untuk pengereman. Kinerja rem dipengaruhi oleh tekanan yang diberikan minyak saat pedal rem diinjak.

Pelumas atau minyak rem tersebut akan menekan piston dan kampas, menyebabkan piringan cakram atau tromol terjepit. Gesekan yang ditimbulkan oleh tekanan antara keduanya dapat menghentikan kendaraan dari bergerak.

Oleh karena itu, jika minyak rem bocor, itu pasti tidak dapat memberikan tekanan pada piston dan kampas, menyebabkan rem blong. Untuk mencegah hal ini terjadi, periksa kondisi minyak master rem di ruang mesin. Jika volume minyak di bawah standar, kemungkinan besar minyak rem akan bocor.

Rusaknya Piston Rem

Rem blong dapat terjadi karena piston rem yang rusak. Ini terjadi karena tekanan hidrolik tidak dapat diteruskan untuk menekan kampas rem, sehingga sistem pengereman tidak dapat bekerja sepenuhnya. Apalagi, ada bagian yang disebut seal piston di piston rem yang berfungsi untuk mencegah minyak rem bocor. Jika seal rusak maka akan mengganggu kinerja rem.

Kampas Rem Aus

Penggunaan rem terlalu lama dapat menyebabkan kampas rem rusak atau brake fade, seperti yang terjadi pada vapor lock. Jika sistem pengereman mengalami suhu yang berlebihan, kampas rem dapat meleleh. Akibatnya, komponen di rem tidak dapat berfungsi dengan baik.

Terlalu sering melewati jalan turunan, terutama dengan beban yang berat, dapat menyebabkan rem hilang. Untuk menghindarinya, atur pola pengereman yang baik dengan menggunakan engine brake dengan menurunkan posisi gigi mobil untuk menghindari suhu panas pada rem.

Rem Terlalu Panas

Suhu panas rem dapat meningkat selama perjalanan jauh, dan rem yang terlalu panas dapat menurunkan kinerjanya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berhenti secara teratur untuk membuat rem dingin (kembali dingin).

Beban Kendaraan

Sebaliknya, beban yang diangkut oleh mobil juga mempengaruhi sistem rem. Gaya yang dibutuhkan untuk menghentikan mobil lebih besar, yang meningkatkan tekanan pada sistem rem, yang dapat menyebabkan kampas dan piringan rem rusak lebih cepat. Maka dari itu pengemudi harus mengantisipasi beban berlebihan dan melakukan pengereman segera.

Cara Mengatasi Rem Blong

Rem blong adalah situasi yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. 

Lakukan penggantian oli otomatis sekitar setiap 30.000 – 40.000 km atau du atahub. Penting juga untuk memilih minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi DOT agar performanya optimal. 

Selain itu, pengemudi juga dapat mempelajari teknik pengereman bantuan, seperti engine brake. Namun, perlu diingat bahwa teknik ini sebaiknya hanya dilakukan pada kecepatan rendah. Pada kecepatan tinggi, penggunaan engine brake berpotensi merusak transmisi.​​​​​​​ 

Keselamatan dalam berkendara sangatlah penting, dan menjaga sistem pengereman yang baik adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari rem blong.

Share:

Author: pangeranbertopeng